Setelah fasih mengeja namamu ia yang sungkan
Pamit tak minta diantar
Mencoba sebentar tak mengubah deretan pikiran di kepala nya
Yang dia atur sebelum tegak dan beranjak
Dia pun mencemaskan arah yang akan di tuju nya
Sebab sebelum kesini ia telah menemui banyak tempat dan sama
Ia tetap merasakan sepi
Lain juga waktu yang ia hitung dan ia tabung lekat lekat dalam ingatan nya yang utuh
Semasa kecil dahulu bersepeda sendirian dan mendapati sepi lagi
Terus ia beranjak kelain tempat dan juga ia yakin sepi adalah ruang kecil di dadanya yang tak terisi
Semakin kesini ia seperti minta izin kepada mu untuk membawa mu kedalam mimpi malam nya dan turut mendoakan keselamatanmu ia tak lagi memilih pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar