Sirine meraung raung di tengah jalanan aspal membelah kemacetan
Dibelakangnya berbondong bondong masyarakat dari beragam
Semua melongoh tak tahu siapa semua sama mengira
Tak baik jika berlalu sementara jenazah lewat
Dalam anggukan lama waktu berulangkali kita melepas curiga kepada batu pun yang tak bersuara itu
Kemudian kita memilih jadi lekang
Berkabar terus sebagai penanda kepada yang baru saja mendahului
Baru saja menuju keabadian
Dalam bujukan takhayul kita sama mengemas untuk mendapati tempat sendiri
Memasukinya sebagai pemenang judi yang telah diakui
Tapi tetap tak boleh menyombong sementara kalimat akan dikembalikan
Pada guru yang mengajarkan untuk tak memiliki kekurangan
Semua jadi sama saja kita tak mau dimenangkan dalam perkara ganjil
Dalam hasutan makhluk yang tak tampak itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar