Awan lesap dalam biru nya langit
Burung pontang panting
Dari utara ke selatan
Aku menyimak
Musim yang panjang dengan musik yang ringan
Tapi kau tak kunjung hadir walau sebagai tamu
Hidup cuma mengambil nafas
Dalam dalam
Diam diam
Kota sibuk menjagai petapa
Jalanan adalah kawat telepon
Mengabarkan
Padahal kita sama seperti burung
Tapi kita lebih suka bersuara
Tapi kita tak suka terbang
Dimana kemudian hutan dibelah
Bukit disibakkan
Kau terlupakan
Dalam kerja kemarin yang belum selesai
Unggun masih menyala
Dari apa coba api nya menyambar
Panas
Dari kenangan dan kenangan
Seperti rindu masakan ibu
Pancang Layar tak boleh patah
Kau dapat giliran jaga
Daratan
Daratan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar