Kemudian yang memelihara selain ibunda
Tak ada lagi karena kau lebih setia pada kelana
Kau bertanya arah jalan kepada siapapun yang kau temui
Dan ternyata malah hanya menolak
Kau memelihara diri sendiri
Dan ibunda tertanam sabagai pokok dari segala muara
Kau adalah anak nya
Suatu petang yang aku sebut begitu
Kita beradu tuju dan berpadu
Meraih nya dalam nota belanja
Kau bayangkan bulan menyerupai wajah nya
Yang kau rindu dan tegar
Seperti jatuhan sekilas saja
Embun ke batu yang mengikis dan meninggalkan bentuk
Telah arif dan hadir anak ku seorang
Yang ku timang selalu
Dalam mimpi nya ku rawat dengan lekas dan semoga
Kesana arah kau tunjuk bulan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar