Oleh pembunuh jasad yang tak lagi bernyawa itu dibiarkan
Sebagai yang ulung dan lupa tak akan ditemuinya lagi
Suatu saat seperti kilat datang pesanan pencabutan nyawa
Sekali lagi di ladang ladang itu telah berserakan nisan dari apapun
Kemudian hidup tak menyenangkan lagi
Tiap sebentar kemanusiaan teriris aku memilih jadi patung yang di biarkan di pameran tak di sentuh
Sebagai patung aku suka pula bersyair lewat mulutku yang tak dipahatkan
Lalu disimpan dalam ruangan
Dan pematung boleh istirahat
Akan lebih keramat jika mata telinga dan hidung dan alis tidak ikut di pahat
Kembali menjadi batu
Yang utuh yang diam tak bersuara
Minggu, 10 Maret 2019
Risalah sebuah patung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar