Dia terkulai dalam balutan keringatnya tampak indah
Segala yang di cari nya adalah kata kata selain itu apakah kau masih bisa
Agar terelak dari murka
Maka aku dari sini menghardik memintanya menepi sebentar
Di balik tembok tua bangunan kosong
Terdengar aroma sepasang makhluk kawin bertebaranlah cemburu dari kita yang tak pernah memberi waktu
Sebab terlalu mendesak
Sebab kita tak bisa menolak
Lain halnya dengan
Yang telah terbiasa dengan aroma darah dan teriakan
Mereka bangun dengan nyenyak dan tertidur lebih segar
Ahli jiwa lebih dibutuhkan daripada kekasih
Benar bukan hal itu ada dalam setiap yang kau sentuh
Sebab aku terbiasa
Diperlihatkan kepada
Atau diperdengarkan dengan
Yang tak akan ku suka
Selain pandang kita bertemu dan bertanya siapa yang terakhir kali mencium mu
Sebab aku hafal dengan riak wajah mu
Meski tempias lagu lama dalam sajak ini berulang di dendangkan
Kau tetap tak bisa di umpamakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar