Kepada susi yang tak mau mengindari tatapan dari setiap lelaki
Aku setia menunggui mu di sini
Di pojokan kedai yang belum di buka
Tertutup karena beliau masih belum terjaga
Kau antarkan aku pada suasana yang mengubah deretan potret lama tentang kau
Sudah usang tetapi susi
Kita tetap kan
Dan tak bisa tidak kau mesti pandai untuk tak pandai
Memilih adalah keharusan saat ini
Sebelum kau menjawab
Aku mau pergi menuju bosan
Dan kau tak boleh begini
Tak boleh begitu
Kau kureka dalam imajiku
Sebagai dahulu kata adalah jembatan
Antara kita dan dunia yang sangat lapang ini
Kemudian berdosa kah aku membangunkan jembatan buatku untuk sampai ke seberang dan mendapati persembunyian mu
Jumat, 22 Maret 2019
Jembatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar