Diantara ambang pintu dan jendela ada celah
Dinding kosong kau berdiri disana
Aku suka segalanya
Apapun yang mengantarai aku dan engkau
Pelan menjinjing diri melewati pembatas itu
Berpikir adalah kerja pemalas
Yang tak suka di perintah akan banyak kau temui di sepanjang jalan menuju kampus
Membolos adalah kemewahan dan sebagian diri kita terantai oleh deadline
Tertangkap oleh panggilan kerja
Bercinta hanya sementara saja setelah itu kita akan menjelajah kemasing tubuh
Tak ada percakapan tak akan lebih seru jika tak mengetahui jumlah tahi lalat di tubuhmu
Yang satu
Selebihnya sangsi
Aku tahu kenapa elang enggan terbang
Musim kawin tak akan datang lagi
Coba bayangkan
Elang tak memiliki keturunan pewaris kekuasaannya di udara
Kelak umpat juga yang akan menggelontor
Lalu aku hanya bisa apa
Selain memahaminya dan berkata
Elang memang tak makan sisa
Sedangkan kita sudah persis atau sama
Dengan dalil yang dipermasalahkan
Sedari aku lahir dan mengenyam pendidikan
Trauma itu pula
Kemarin pun kau mencoba melatih beberapa kata di depanku
Sudah tak persis lagi
Setelah itu aku belajar kepadamu sampai khatam
Akan elokkah bila aku berbaris meruncing kata kupicingkan
Aku sendawa kau berkata kata dengan lancar
Kita berhasil keluar dari sadisnya persekolahan
Setelahnya kita mengelak dari derita sewaktu berseragam
Tak menolak untuk berkabar dan kau ulangi bisikan mu
Aku tahu benar maksudmu bajingan selain beruk tak ada lagi yang pandai menyimpan sisa dalam temboloknya
Begitulah kita belajar berkata
Selain dusta
Hari ini aku akan makan tinta
Dan minum puisi
Dan menelan sajak
Tak ada yang lebih mengenyangkan selain mengingat kelakuan teman sekolah
Itu waktu dulu sekarang pun sudah tentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar