Rabu, 13 Maret 2019

Halimun jauh

Kemudi layar mengarak kepada mercusuar di seberang
Seakan hendak atau tidak mengira yang terjadi kemudian adalah aku berpisah dari perahu terbantun
Di pasir yang putih ku melihat jejak langkah yang dihapus ombak
Naik ke darat kutemukan pulau kosong tak berpenghuni
Seperti pikiranku
Siang terasa makin panjang
Dengan deras angin pantai menyibak nyibak rambutku menjatuhkan butiran pasir yang basah menyangkut pada tubuh ku
Aku merasa sebagai pemilik pulau ini
Pulau tak bernama tak berpenghuni
Kemudian camar menaiki cakrawala menuding aku telah merusak pesta mereka
Karena senja sebentar lagi hadir sebagai lukisan yang indah
Menawan diriku

Terlepas dari penjara yang bernama tubuh
Aku mencecap air yang asin
Suatu ketika aku teringat masih sendirian kala itu di sebuah pulau
Dan tiba saja hatiku merasa gembira

Senja adalah kekasih yang datang tepat waktu walau tanpa berjanji sebelumnya akan menemui
Setiap hari
Dengan cara yang berbeda selalu saja berhasil membuatku memaafkan siang yang telah berlalu

Atau kemudian menantikan diri berusaha meraih warna nya saja
Seperti langit kala itu
Yang menggoda untuk hilang saja
Untuk tak kembali kepada laut yang meributkan pembagian jatah
Untuk terus menatap saja

Sebab setelah kau pun masih ada yang lain yang akan terdampar disini
Yang akan di basuhi oleh ombaknya
Yang akan dituding oleh camar
Yang akan dihindari oleh ikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar