Pipit membisu telah lelah dengan permainan langit
Yang menurunkan hujan dengan lama
Kemudian tak lagi turun
Sepanjang tahun
Agaknya ceria nya yang berkurang karena berkawan mentari tertawan risau nya kala petang
Sebagian pulang lewat jalan yang sama saat mereka kesini
Burung akan terus bertengger
Memantau siapapun yang akan berpindah dan mengisi
Pergi atau meninggalkan
Sebagian kita tak akan apa
Sementara sebagian yang lain dengan mu mencoba menerima segala kekurangan
Dalam hidup akan indah jika miliki tempat untuk berbagi
Dan untuk itu kita mesti berjaga jaga
Jika awan terbuka dan langit mengungkapkan rahasia rahasia kecilnya
Kita tak menahu selain hukum rimba
Bagaimana jika waktu dalam porosnya dan kita tetap mengira
Esok pun akan tetap menyambung hari sekarang
Kita tiarap dalam alunan bimbang
Dibalik gedung lama membayang ke bumi
Seorang ibu menunggui sayuran yang dijualnya dan kau lewat
Dari sekian kemungkinan ada kalanya dia menganggap mu sebagai pembeli yang tak mau menawar
Makanya ia memilih menunggui pembeli yang lain lewat
Yang mau menawar
Begitu kemungkinan dan anggapan jika beradu di dalam gang kecil yang di penuh kepentingan
Lalu lalang
Setelahnya ia tak berharap pembeli menawar dagangan nya
Karena telah di lewati saja sebelum nya
Lahirlah kesempatan
Dagangan si ibu laku dan kau dibiarkan lewat tak di pedulikan membeli atau tak membeli
Begitulah peluang lahir di gang sempit yang di usahakan
Begitu terus hingga kau dan si ibu berhasil
Tanpa anggapan yang keliru
Tanpa penjelasan yang panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar