Butuh seribu dan satu tamu yang dipersunting dengan diam sebagai mahar
Aku lah yang melepas pasung
Pada pokok umbi yang disiung
Tumbuh bagai api
Jerangi risau sesukaku
Aku lah yang menguji kantuk
Saat petapa liar mengutuk
Kau yang membisu siap kan satu permohonan dalam upacara yang terus menggoncang kehampaan di pangkal hatimu
Tempat aku mengetuk
Aku hendak masuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar