Seperti kelam dan kau melintas
Menumpuk kerja besok
Sepagi ini kita pergi
Kelain mana yang belum di tuju
Kesana kaki melangkah
Mengarah ke dusta yang dahulu
Kau selami aku
Di unggun sajak
Mereka menahankan pilu
Selain kalian tak boleh tahu
Bahwa hidup juga merenda kasih
Tak bisa sepihak
Kita mendua dan menjadi jadi
Dalam awam ku melihat kau seperti yang telah lama merasuk
Tetapi sekali masa hujan datang sebagai penagih yang menghasut
Tak usahlah di bayar dahulu
Selagi kau masih hilang di kenang
Dapatlah tempat mainkan senandung kala hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar