Jumat, 15 Maret 2019

Sajak piatu

Kita menua dalam lingkaran tanya seputar kejadian hari kemaren
Besok adalah hari baik dengan kabar tentang burung yang akan tetap bernyanyi dan hinggap
Landasan yang akan tetap terisi penuh
Keberangkatan menuju tempat dimana tak ada kau atau seorang pun akan mengenaliku

Aku hanya menarik titik yang tanpa sengaja kububuhi sewaktu kecil
Tak cukup waktu jika dikenang sekarang dalam ruangan yang terisi penuh dengan kerja
Dengan barang dan dengan manusia yang sama seperti mu
Sama mencari nafkah dari hari demi hari menaiki doa dengan usaha
Sia sia saja untuk berhenti dan
Waktu itu aku lupa menanyakan nama mu
Sekalian saja aku tulis sajak tentang hutan yang belum di gunduli di tengah kota tepian pantai
Yang tak jauh dari ingatan persoalan makanan yang enak dan orang orang baik dan ramah

Semestinya kita tak jauh jauh pergi melulu dengan waktu dan tempat atau zat
Kita mengurangi bentuk kebebasan kita
Dalam arti tak mudah untuk dapat kerja yang disenangi
Namun itupun baik untuk menjaga kebaikan di dalam dirimu
Karena kesenangan pun sering mengantar kita pada kesengsaraan
Yang lama
Dan menunggu adalah hal yang paling tak ingin dilakukan
Meski kau sadar untuk itu butuh kesabaran dan banyak hal yang dapat dipikirkan

Seperti burung disangkar yang lama lama betah terkurung dalam sangkarnya
Kemudian ketika dilepas tlah melupakan cara untuk terbang

Beri waktu sedikit saja untuk mengerakkan sayap nya dan kemudian melepaskan diri dari keraguan keraguan nya

Terbang seperti tak ada yang mengajarkan nya sebelumnya
Karena suatu hal yang tlah melekat pada diri nya
Bergerak terus sehingga ia sadar ia adalah bagian dari suatu arus yang tlah ada
Dan menanti kedatangan nya
Untuk turut bermanuver di angkasa
Meninggalkan bumi tempat ia di kurung dahulu
Dengan cara menakjubkan angin terus mengusiknya
Hingga tiba tiba darat tampak seperti tempat yang pernah dan telah menghukumnya sebagai sebuah semangat yang hidup dan berkembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar