Jumat, 29 Maret 2019

Pagi buta kau membangunkan ku lebih dulu dari batu yang di umban

Serpihan kecil mantra yang tercium adalah yang membicarakan pagi buta dengan doa

Akankah kau menganggap kepala ku seperti tanah lapang dan puas berlarian seperti rusa

Pagi yang terbit seumpama harapan bunda yang ada terus menyisir ragu menghempas pilu

Kau juga akan dapat menduga bahwa kita adalah yang kalah tak berubah untuk sepihak

Irama nafas dalam peraduan mu tak terjangkau kantuk dan sebelum subuh kau mesti terjaga

Seperti puisi hadir mu tak usah kugambar dalam gelayut mata yang sembab takdir yang piara

Dengan semoga lekas kau tenggelam gundahmu dalam raguku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar