Serpihan kecil mantra yang tercium adalah yang membicarakan pagi buta dengan doa
Akankah kau menganggap kepala ku seperti tanah lapang dan puas berlarian seperti rusa
Pagi yang terbit seumpama harapan bunda yang ada terus menyisir ragu menghempas pilu
Kau juga akan dapat menduga bahwa kita adalah yang kalah tak berubah untuk sepihak
Irama nafas dalam peraduan mu tak terjangkau kantuk dan sebelum subuh kau mesti terjaga
Seperti puisi hadir mu tak usah kugambar dalam gelayut mata yang sembab takdir yang piara
Dengan semoga lekas kau tenggelam gundahmu dalam raguku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar