Udara dingin kala pagi masih menyeka sebagian sisa embun
Jangan hiraukan jika ada nanti yang membidikmu dengan pertanyaan musykilnya yang ditiup serupa asap rokok
Berkelung
Sesaat kau tunggui petang datang sembari mengepak ngepak barang
Sudah sehabis bermain dengan bayang
Melintas suara yang selama ini terkurung berkecamuk
Memberi kan waktu untuk berlari
Kenapa setiap hujan tak kurindukan lagi warnamu
Telahkah menjelmanya dan aku mabuk
Melawan arah karena berat untuk pulang kalau masih dihantui hutang
Kepada kanak yang menyapaku bermandikan hujan
Basah seperti kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar