Sabtu, 09 Maret 2019

Menerka batas

Jingga yang tertanam pada senja hari layaknya bonus pada hal yang tidak berlaku lagi semenjak kita sudah kurang untuk saling berkabar
Dibalik kabut awan memiting untuk tidak saling mendahului
Adakah kemarau yang menantang lalu di jedanya kita bandingkan sawah yang lapang sehabis panen dipenuhi kumpulan manusia yang bermain layangan menantikan pokok batang mangga yang belum bertunas

Sebelum bertugas hantu yang berkeliaran memilih wajah yang penuh kekanakan
Dari balik tirai aku mencium gelagat pasangan yang sebentar lagi akan menyudahi memberi giliran pada sepi kali ini
Tapi cukupkah hati yang dahulu terisi penuh kini diganti oleh sepi

Dan bila gelas telah penuh lagi kita dapat saling menunjuk pada titik semula sebelum kisah dirangkaikan dan amarah di dustakan
Begitu kah lakon menerka akhir cerita mereka

Sebab jauh dari ini nampak lukisan tua yang digantung di dinding menghiasi banyak rumah mengisi banyak lamunan dan berdebu atau melapuk tapi meninggalkan ceruk di pikirannya

Aku lebih senang dengan kriminil yang separuh mabuk bernafas busuk tapi tahu sedang membohongi dirinya di banding saat berada bersama pasangan yang saling menuduh dan menyalahkan hubungan nya tak patut di perjuangkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar