Aku juga tak terburu-buru sebab didepan beberapa kawanan unggas yang menukik membelah langit sore itu
Menarikku lebih lama duduk disini
Dan pula keengganan mereka menengok ke arah bawah membuatku memperhatikan iringan nya menjauh hingga hilang dari cakrawala
Senja saat ini aku biasa tak mengarah kepada langit jingga
Tak ubahnya dengan burung yang di incar bila bertengger sebentar
Kemudian asap kabut timbul sebagai perlak atas gerbang hutan yang dimasuki
Kami hanya menerka dari luar
Begitu alam bekerja menutupi yang sudah dan kita diminta tetap demikian
Jika magis alam yang penuh selubung itu
Dan menyangkut kesediaan segala yang di jaganya lalu mengapa tidak kita yang mengambil bagian
Menjaga kelestarian nya
Agar terus hidup dalam kebersahajaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar