Jumat, 15 Maret 2019

Lakon pinggiran kota

Seperti kemarin hari pun reda
Dalam degup jantung kota
Dalam tiarap anak adam
Yang bersuci di dalam nya
Tangis tak boleh kau tunjuk kan sepanjang masih menimang syarat yang sama kau tak akan disebut dalam upacara singkat menamakan diri sebagai korban dari setiap tindakan kita

Adalah sekutu yang memberi benturan agar masih bisa di sebut sebagai manusia
Yang bermimpi dan bersuka cita
Di balik itu kita adalah pesan yang suka dititipkan mendahului kedatangan
Sebab angin yang bertiup kencang tak jarang menyeret kita pada alur yang tak biasa
Akan sama seperti saat kau menghabiskan atau tak menghabiskan apa yang tlah tersaji
Seperti puisi yang kita kutip
Menjelma gerak seperti ghoib
Begitulah pergi berperang atau mendulang tak terdengar sama seperti kau berdarah sementara mendapat dari jalan yang telah kau duga saja
Karena kita begitu takut untuk menampakkan wujud dalam terang
Dan akhirnya kau memilih untuk ikut berburu sebagai yang telah pernah di cabik dan di tanduk
Lalu menjadi yang pertama menasbihkan diri sebagai serdadu
Dan setelahnya tak ada lagi yang membedakan mu dari para para yang setiap gerak dan gerik nya menyinggungmu
Kau namai seperti itu karena kau telah pula mencoba menjadi bagian dari sesuatu yang tak ada dan sepertinya tak akan pernah ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar