Jumat, 15 Maret 2019

Sediam diam nya penyair adalah menghafal jalan pulang untuk tak kembali lagi

Kembali kepada gawang yang tak terjaga
Rindu kearah puncak menuju awan kan menimbang
Dan ku terjebak dalam kata kata
Tidak itu saja meminjam dosa lama seorang laknat adalah pahlawan yang tak di elukan
Baginya sendiri jelas piutang mesti terbayar dengan atau tanpa keringanan
Seperti rindu pada tubuhmu kekasih
Rindu redam adam yang kau kira hanya terjadi sekali saja

Hidup pun tak apa
Sebab dalam hidup kita tlah mengucap sumpah untuk tak meminta apa apa
Selain kembali kepada waktu yang pongah yang jarang membukakan pintu
Dibalik larik ini aku mencoba melukis bayang mu sebenarnya
Sebab bersama dengan mu adalah merelakan anak kita asyik dengan dirinya atau bukan dengan dirinya

Tak apa kan jika kau temukan penyair mencoba menyentuhmu dengan kata kata

Tak apa kan jika kau temukan peneluh
Mengaitkan mantra
Sebab mana makna jika kita tak ikut mencair
Dalam rindu lagu
Sedalam dalam nya ragu

Kau tak pernah akan mencoba untuk menjadi hantu
Dalam diri yang seorang
Kita biasa mengadu tuju
Berpisah adalah jalan pulang
Aku menemu waktu
Kata kata jadi mantra
Kau jadi aku
Bagaimana ini
Kerja belum lagi
Terbayar sudah dengan malu

Kita jarang setuju
Dengan sajak yang mencoba mendiamkanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar