Pagi ini aku kira aku terbangun di ranjang yang bukan ranjangku
Kau kah itu
Yang semalam
Setelah tahu dengan pilu dan dosa yang menggunung
Kita jadinya pulang bergandengan
Ketika itu waktu masih atau bahkan
Tak terbiasa menolak
Kau menyerahkannya sebagai hadiah
Bagi ku yang tak bisa membandingkannya dengan yang lain
Sebentar lagi hujan turun
Kita tepat berada dalam naungan
Seumpama kasih mu yang jauh namun telah pernah pula menancap ke jantung ku
Seumpama rinduku yang mendalam pada mu kasih kita kukenang sebagai anugerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar