Kemudian hujan hadir seperti sesuatu yang jauh jatuh dari langit
Kota dibasahinya dan apa saja akan terlihat lebih mempesona
Tidak juga kau yang cemburuan itu
Tapi aku suka merasakan nafasku saat hujan
Juga detak jantung ku saat hujan
Hujan memainkan not balok yang kita hafal saat pelajaran kesenian
Hujan menyanyikan lagu yang tak di nyanyikan
Hujan bersedia menemani menggantikan kau yang terlalu sibuk bahkan
seperti biasa nya mengobati rindu pada senja hari yang sering kuhabiskan jika benar tak ada kawan
Sebab hujan akan sama saja
Begitu terus mengairi seperti air mata yang basah
Yang melarang kita keluar rumah
Berselimut mungkin lebih baik
Dan hujan merestui rasa sakit itu
Untuk terus ditenggak sampai habis
Mungkinkah kau cemburui hujan
Senin, 11 Maret 2019
Mendakwa hujan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar