Ia tertanam tak berkaki dalam tanah yang berpelindung ia memberimu buah dan kesejukan ia yang mencoba menjangkau pada kekasihnya
Dengan sopan bertanya maukah kau menanyakan kabar
Wanita yang telah kurindukan dan kuhafalkan aromanya
Dan dari sini awan menjatuhkan hujan padanya
Mengaburkan batas antara mimpi dan jaga
Tapi dengan keterbatasan ia mencoba selalu utuh
Dalam gulita pekat menyala lagu yang di nyanyikannya
Ia seorang
Kelak ia akan menjalari tanah ini dengan akar nya
Yang menopang dan mencari
Ia sebatang pohon yang rindu ingin dimiliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar