Minggu, 10 Maret 2019

Tanpa pengecualian

Meraih sesuatu yang tumbuh di atas kepala bertunas seperti pohon
Tak ada maksud supaya akarnya sampai menjangkau kau
Kau yang tersipu menyapu ku dari ingatan
Kelak tiba juga senja yang penuh dengan musik parau dan alunan mimpi dari mu kekasihku yang jauh nya tak kepalang
Jatuh nya jelas kepangkuan orang

Dibalik semak tertulis dilarang membuang sampah apa lagi kenangan
Kemana aku kan melarikan hati yang rapuh dan kadang kadang aku suka untuk melihatnya terluka

Tapi setia adalah permainan usang yang jarang dimainkan sekarang
Dari balik kelambu yang sama aku mendengar nama ku disebut bergandeng dengan tuah sebuah tempat yang nanti layu

Seingatku tuhan jarang menitip salam pada makhluk yang keras kepala seperti kita
Membolak balikkan halaman demi halaman
Hingga habis halaman berikutnya bersambung dengan rintihan derita dari dadanya
Asli sehabis wabah kelaparan terbit pula kekurangan atas jiwa
Sungguh betapa kaya yang maha menitip kan pesan
Makanya jangan sungkan sungkan meminta dalam doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar