Dalam segenap jalan menuju seluruh penjuru
Hujan menggenang daun gugur
Dan telah bertiup ketakutan yang ku lingkari dahulu
Dalam tatap mata penaku
Menyambar getir di pangkal lidahku
Mengubur penat itu
Kita mencari teduh
Bukan dari tempias itu
Sebab rindu sebagai teluh
Sekian aku yang terbunuh
Sebab malam telah runtuh
Dalam tidur seorang budak
Tapi aku pernah benci pada kata kata
Yang kugunakan hanya untuk memaki
Tapi sekarang mata penaku beradu oleh darah dan peluh
Begitu benci seperti likatnya lambung yang lapar
Peluru menghujam jantung dan jatuh mati terkapar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar