Semua boleh mengincarnya
Dan aroma lekas pudar
Kita kehilangan kawan
Sekali pernah menemui pagi dan aku akan membasuh wajah dengan air yang dingin
Karena semalam tidur tak nyenyak
Aku boleh untuk bersuka sebentar dengan pagi
Panasnya bagai di iris sembilu perih itu dan kau lekas melupakan
Kita jarang untuk menuai apa yang telah kita tanam dan kita pulang untuk meminta restu menuju kepergian berikutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar