Puas berkeliling dengan pemandangan kebun teh yang biasa di penuhi awan mendung
Beranjak sedikit ke atas menuju berbukit bukit untuk melihat kebawah
Dari sini nampak sungai yang lebar mengalir menuju laut yang jauh
Matahari lindap
Halimun terbang kan unggas bersayap
Kita tak mau alpha
Sekali ini dalam beratus sajak
Tentang kali yang tercemar
Terus ke tanah asal
Melempar tanah yang kering membatu
Tak adalagi cuma hujan yang akan mengisi
Dengan ibu ibu yang memetik daun teh
Setiap sore saat matahari masih menyapa
Bercampur dengan aroma tanah hitam
Dari balik terdengar
Dengan malu bersorak
Besok kan ada hari lain
Untuk bersajak
Tetapi yang sekarang boleh jadi tak kita dapati
Makanya aku jarang duduk bersama
Sendiri lebih asyik
Dalam menimbang
Membelah keragu raguan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar