Berarti aku harus hidup sebagai yang menghidupi
Tak hanya menumpang
Dan lena dalam penantian
Bagaimana hancur dan melebur
Setiap perhentian adalah kesempatan
Menerima diri sedalam dalam nya
Dan menunda nunda berarti kini dengan segala yang dijumpai
Menumpas segala penat
Dengan rima dan alunan gerak
Suatu saat menjelma genta yang beraturan saat hujan mencapai genting
Dan kita tetap meneruskan senggama
Sebab luka dan kita tak punya tempat
Selain mendamba kisah semata demi mencapai kau aku akan disebut dan di kutuki haram
Sebagai kasih kita ikhlas untuk berbentur
Atau kosong dan tak terpakai
Sementara hutang mendesak agar dilunaskan
Atau hidup sengaja mengulur pedih agar sampai ke hulu dari muara yang penuh luka
Kau tak bisa lari dari kencan kita dengan kefanaan dan seakan membantah dirimu sebagai seorang perawat jiwa sendiri yang di incar sepi
Atau kau dapat mengeluh tentang siapa tadi menjengukmu padahal kau sedang ingin marah kepada dirimu
Yang lucu sekaligus menjijikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar