Sekali pernah aku keliru
Sekali juga lidah ku jadi kelu
Sekali lurus sudah
Tak ada simpang menanti
Menyambut kau yang jatuh di depan
Masa itu
Datangnya tak dapat diduga
Adalah rahasia rahasia
Meninggalkan bekas namun alir nya deras terus menghapus
Seperti air mata yang disekanya
Bergantian dalam lajur
Meraih petang
Semua siap dan menyangka saja
Dalam usaha kecil
Tak seberapa memang dibanding bala yang kita tolak
Sedang kita adalah degup yang mengundang
Bila sempurna kucup terakhir maka yang pertama dilupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar