Sepeda tua bersandar di tembok
Bata
Saat hujan dengan panas masih
Kukira kau akan suka
Menelantarkan diri di sebuah kota
Apalagi ini
Saat remang subuh kita mencuri waktu pergi bermain pada taman kanak yang lengang
Sepuasnya
Melupakan umur di masa sekarang biar tak terlalu malu
Pikiran bagai benang kusut
Jika dipintal dan rapi lemparkan pada anak kucing yang di pelihara
Mereka akan suka
Berguguran dosa dari orang tua yang memangkasi pikiran lalai anaknya
Dikepalaku tumbuh tanduk seperti rusa
Berlarian di hutan sendiri sebuah kota
Aku tak lagi peduli
Yang terlantar merasa tersiksa
Aku suka merawat mereka di antara rimbun daunan yang tumbuh di gedung gedung kota sebuah hutan
Atau dari macet kendaraan
Adik kecil yang di apit saat bapak mengendarai motor ketika ibu menghitung uang belanja
Melirik pada ku
Manja mungkin seperti itu barang kali
Menjadi binatang mungkin akan menyenangkan dilepas liarkan di kota diantara kata
Bagaimana jika kriminil itu kita patahkan tulang nya karena aku benci jika mendengar tawa mereka saat belum sempat menghabiskan kopi dalam warung yang dijaga teman SMA
Bagaimana jika si mawar dan dan si bunga dalam kurung kita jumpai dalam mimpinya
Menjelmalah sajakku menjadi pengantar tidur mereka
Karena aku suka jika mereka terus bersekolah aku suka jika mereka terus hidup
Lalu dengan wanita
Suatu saat aku akan membikinkan sajak buat mereka
Suatu saat aku akan lupa pernah begitu ingin mencintai wanita tapi aku tak akan bisa jika tak di beri ijin menetap dihatinya yang halus itu
Yang kurindukan itu
Adalah seorang dewi dalam pasungan
Setiap saat adalah beberapa detik yang bergulir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar