Sejenak pada hamparan bukit pasir dahulu
Aku rindu
Sebuah kata lama yang mencar di udara
Mencari bentuk kemudian luruh dalam pelukan singkat dan panjang dan hening sesaat
Kumintakan hujan kepada langit yang dipandangi saja dari sini seperti tuas melesatkan panah ke arah langit
Limbung lalu jatuh ke tanah
Dipunguti kembali
Dari tempat lain di layangkan ke langit
Tempat awan merenda bentuk kebal atas makian
Di jumpai nya tetumbuhan yang semarak memagari bukit pasir kemudian ia merebahkan dirinya kebawah menggangap menjadi bagian dari pasir yang menyerap segala yang turun dari langit
Ia ingin juga kebal seperti awan atas makian yang juga bersarang di mulutnya dahulu
Semenjak pagi tak menurunkan lagi gerimis ia jadi suka berjalan jalan sepanjang kota
Kota yang ingin dikenangnya sebagai kawan
Berkali di ingatkan dirinya atau saja seringkali ia lupa kota yang dulu pernah di harapkannya seperti
Kawan
Suatu saat nanti aku ingin dikenang sebagai pasir
Puas ia menjadi pasir dan lupa apa itu orang
Ia seorang saja ingin dilupakan bersama pasir
Yang tak mengembalikan apa yang telah diserap
Lain kali ia akan lebih ingin bersama pasir
Dan ia dilupakan bersama pasir yang digenapinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar