Serupa dengan kisah dari tanah seberang tentang kasih
Yang tak mau dibagi
Kembali pada bumi ia berpijak
Melepas sepatah dua patah kata
Lalu rebah
Kembali kearah jalan panjang menuju waktu
Kau ikut pula menghardik
Di setiap titik ada jeda yang di tarik
Malah makin kesini
Kita tiada rupa tiada boleh sembahyang
Apalagi untuk itu sekedar menarik cadik dan melepasnya
Sudah hilang pula satu kepala
Lagi kemana hendak di cari gantinya
Jangkauan sementara telah berhasil di hadang telah memperoleh
Kemarin pun hari tiada menahu soal
Jelaga dan rasa kantuk
Elang enggan terbang
Kita membasuh luka pada kecipak yang mengalir
Buta aksara lebih pedih tikaman nya
Dan maut kemanapun akan menjemput
Madu yang di jagai dibalik selimut berapa mimpi boleh masuk
Dan kau ku hitung sebagai perantara antara pekikan dan kata yang menggantung
Silahkan saja tanah menggumpal dan air menggenang
Begini saja kau akan lupa bagian mu atau di kenang sebagi perusuh yang hidup di sekian subuh
Kemari sebagai musuh
Minggu, 10 Maret 2019
Elang berteduh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar