Rimbun pohon
Kau berteduh di bawah nya
Pada angin bulan maret yang tegang
Lamunan membawa mu pada jalan menuju bulan
Tinggal lahan sepetak lagi
Tapi tak kau sia siakan
Bakal bekal mengunggun malam
Selang saat saat mimpi jatuh
Dan bulan redup
Kau dikepung nya
Tik tik
Sebentar lagi hujan turun rintik rintik
Di genangan air tergambar wajahmu
Di air menggenang tampak risau mu
Ke pasang muara berjemur seekor dua ekor buaya
Jarang tampak
Terakhir kali saat pagi
Dan hujan gerimis
Kau mencoba untuk tak melihat
Tetapi mengapa kah
Kau lebih tertarik padanya dibanding
Mengingat saat saat dia keluar
Kearah terbitnya mentari
Kau berjalan
Di tepian rel kereta api
Darah ngeluncur
Dan masih juga dengan siang yang sama juga matahari yang sama
Seakan meneduhi dari cakrawala kau berujar
Bila tak demikian kau mungkin tak dapat keluar
Dengan air yang membanjiri rumahmu saat hujan
Membuat kau merasa lebih baik jika berpindah rumah
Agar lain kali tak di penuhi banjir lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar