Kemudian waktu yang terasa pelan
Membuai nya
Dalam kuat nya sebuah hubungan ia merindukan kebebasan dari jasad yang kental dengan luka
Dilumuri dengan darah kadang air mata
Menjadi jadi tangisnya saat
Ia yakin bahwa telah di lepaskannya keyakinan pada tubuh nya
Semenjak ia di tepis oleh tempias
Di urungkan niat untuk meraih lukanya yang dahulu dan dibiarkan dirinya mengapung dalam suasana remang senja alunan temaram dalam riff yang menyambut kekikukan nya atas kehidupan
Ia telah terbiasa di topang oleh waktu senggang
Yang di pakai untuk mengingat banyak hal
Kecuali dirinya
Ia akan melupakan dirinya
Terlebih lagi ia kesulitan untuk memahami beberapa pikiran yang ia baca dari buku
Ia memilih menjadi halaman terakhir dari sebuah buku yang ia baca
Ia lelap dalam penantian
Tapi tak akan ada yang membaca lembaran kosong itu
Ia putuskan untuk tak lagi membaca
Di bacalah diri nya sendiri
Yang kosong
Ia minta di tuliskan sebuah kisah tentang kebajikan yang telah menang yang kekal
Ia minta di lebur dalam dongeng malam pengantar tidur sahabat wanita yang tak pernah di dekatinya
Ia pun seorang wanita
Ia tak memiliki jasad
Ia luruh dalam ingatan tentang dosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar