Jika nanti kata tak lagi bersayap
Dan ia tak pula menyayat rusukmu
Seperti biola atau pecahan beling
Mengincar seorang yang melupakan
Ketukkan pada pintu depan rumah kita abaikan
Maka gerakan adalah diam yang mengalun seperti nada yang jatuh ke gantong air
Meluap luap memenuhi bibirnya
Pada bingkaian foto tua dahulu yang menggantung pada ruang tengah
Gumpalan daging yang tumbuh sembarangan
Lama
Sekali waktu adalah seperti mengukur mimpi
Dengan tali yang direntang
Lapar adalah sebuah jawab dari tanya yang menggantung
Ditiang lampu taman ada tertinggal bekas senyum dari seorang yang ditinggal
Sekolah ibarat rumah pohon
Mengumpan topan yang datang terlalu cepat
Abaikan aku
Ketika kata memilih melompat keluar
Karena memilah sama beratnya dengan berandai-andai di masa sekarang ini
Tersenyum kecut lebih baik daripada menggumam dan beranjak ke lain tempat untuk sampai bahkan perlu memaksa lebih lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar