Setiap dosa yang kulakukan mengingatkan saat saat ketika pagi
Sebelum memutuskan bangkit dari ranjang berharap bahwa hari ini segalanya akan baik saja tapi lupa bersyukur atas hidup yang baru saja
Seakan semua akan berjalan seperti mimpi ku semalam
Dan bisikan masa lalu
Membantah bayang mu yang terlintas kulihat kau berjalan tak dapat kumeraih
Seperti berpelesir dalam pikiran
Tidak saja kutolak tapi kembali lagi
Dan akan sia sia jika ku abaikan
Karena setiap gurat yang tertahan kita tutupi dalam desir halus yang membawa kearah perpisahan
Perlahan menyingkap tabir
Setelah berunding dengan kau yang merajai pikiran
Adalah lebih baik dibanding dengan
Kembali dalam kenangan manis yang tak mungkin dapat terulang
Dimanapun itu ku temui diriku saat tak melakukan apa apa
Saat itu pula aku punya kesempatan menyadarkan bahwa kau tak lagi punya tempat dalam hari ku
Yang panjang dan tentu
Jikalau batas antara mimpi dan jaga telah mampu kuraih
Segala kemajuan yang kutempuh untuk sampai ke titik dimana iman yang membetulkan dada ku
Dan aku adalah sebilah parang berkarat disimpan sehabis menebas kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar