Kamis, 07 Maret 2019

Coretan kalender tahun lalu

Semu kilau pada lampu sepeda yang dikayuh terus ke lain muara
Apa bedanya jika nanti kutemukan dan terdengar derap dari suatu yang tak asing semakin kesini
Gelap sebagai perantara
Tentu tujuan sementara waktu pemangsa tlah dikelabui
Tapi lain kali

Semesta yang kembang
Di ufuk tempat waktu terus berputar
Hutan dalam berdering layaknya menggetarkan nyali untuk di jelajahi
Samudra lepas
Kita puas dalam pencarian
Lena dalam kesudahan

Kembalikah kita pada tempat dahulu
Tawa riang dari bayi mungil yang terlelap dalam dekapan ibu
Kemana mengalir semua
Kita yang lugu masih saja mempertanyakan

Itu tentang pengasong yang melalui gang kosong
Berpikir sesaat bagaimana jika dagangannya di habiskan sendiri
Tak melulu uang kita sesat dalam arti
Terbenam dalam ilusi
Utopis adalah menolak ia yang abadi

Mengkal, hidup tak lebih anganan
Dihembus bersama angin kemarau yang datangnya pasti
Sebab hujan telah jatuh di beranda saat adik kecil menangis terjatuh ketika menaiki sepeda
Kau sibuk mengutangi pacar dengan cemburu
Perlu berbulan melunaskan dan bayaran tak boleh lebih tak boleh kurang
Kita tak mempan lagi oleh kata
Semua menggila
Di ranjang peraduan terdengar ratapan ya Allah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar