Lara ku pendam tenggelam
Membisu adalah seni untuk menghibur jiwa yang dibebaskan
Berkurung di sangkar lebih nyaman
Meliar adalah berkicau sepuasnya sementara nada terlepas dan kita mesti menyepi
Diam diam
Menoleh kembali pada makna yang sarat dengan keperihan
Dan renjana adalah seutas yang menarik kedalam sangkar kembali
Mengemasi kenangan seperti meminta percikan api dari bongkahan batu berulang dan gagal
Hidup sesaat setelah hujan
Lama dalam permenungan yang kian
Nestapa ku cabut namun telah berakar
Ke arah langit kita mendoa
Dari ceritera tentang menang yang kekal
Dari ku menyahut kau
Lalu pelangi yang di rangkai dari doa berpulang kepada kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar